CodexBar: batas token di menu bar (Codex, Claude, Gemini & Co.)

CodexBar: batas token di menu bar (Codex, Claude, Gemini & Co.)

6 min read
Apps Apple Ai

2026 adalah tahun yang bagus untuk membangun: dengan Codex, Claude, Gemini (dan rasanya ada alat baru setiap bulan), Anda punya lebih banyak power di meja daripada sebelumnya.

Dan pada saat yang sama, ini juga tahun yang sangat bikin frustrasi untuk membangun.

Bukan karena modelnya, tapi karena realitas di sekitarnya: limit, token, kredit, jendela sesi, batas mingguan, dan timer reset.

Kita membangun dengan model, tapi kita membangun dalam batas anggaran.

Saya sudah memakai CodexBar sekitar seminggu. Masih agak buggy di beberapa bagian, tapi tetap sangat membantu, terutama karena ia tidak mencoba menjadi “chat lain lagi”, melainkan menyelesaikan masalah yang berbeda:

Bagaimana saya bisa melihat kapan saya masih bisa bekerja dan kapan saya harus menunggu lagi?

Dan ya: saya cukup sering menabrak limit langganan OpenAI, Gemini, dan Claude. Terutama saat sesi coding panjang untuk tool atau proyek saya sendiri, itu terjadi lebih cepat dari yang Anda kira. Lalu Anda menunggu sampai token (atau kredit) reset lagi.

Apa itu CodexBar?

CodexBar adalah aplikasi kecil menu bar macOS yang menampilkan info usage dan limit Anda: per provider, lengkap dengan waktu reset.

Proyek ini Open Source (MIT) dan gratis.

Pembuatnya adalah Peter Steinberger (GitHub: steipete). Jika namanya familiar dari hype OpenClaw (sebelumnya Clawdbot/Moltbot), ya, orang yang sama. Pada pertengahan Februari 2026, Steinberger bergabung ke OpenAI. Itu salah satu alasan kenapa proyek ini sangat terlihat sekarang.

Dan itu masuk akal secara cerita: OpenClaw adalah agent otonom yang terkenal “membakar” token (dan uang) dalam jumlah besar di run yang panjang. Tool kecil seperti CodexBar sebagai “instrument cluster” jadi terasa sangat relevan.

Idenya sederhana: alih-alih membuka tiga dashboard (atau membuka halaman usage di tengah flow), Anda melihat limit Anda langsung di menu bar.

UI-nya sengaja minimal:

  • Tanpa ikon Dock.
  • Satu status item per provider (atau mode opsional untuk menggabungkan ikon).
  • Ikon kecil dengan dua bar: sesi di atas, minggu di bawah (jika tersedia), termasuk countdown reset.

Dan kalau Anda lebih suka melihatnya sebagai dashboard kecil, CodexBar juga menyediakan macOS widgets (WidgetKit) yang mencerminkan “Menu Card Snapshot” (Notification Center atau desktop).

Kenapa ini tiba-tiba penting

Kalau Anda hanya sesekali mengirim prompt, ini tidak terlalu penting.

Tapi kalau Anda benar-benar membangun, artinya 2-3 jam fokus pada satu topik, refactor, test, mundur, coba lagi, maka “rate limit management” jadi bagian dari keseharian.

Dan inilah bagian liciknya: limit bukan cuma memutus flow, tapi juga merusak konteks.

Terasa lebih nyata dengan angka: ketika jendela sesi Anda (misalnya “5 jam” di Claude) tiba-tiba habis, atau batas mingguan Anda sudah hampir habis, Anda sering baru sadar ketika sudah terlambat.

Dan ini bukan hanya soal limit waktu pada langganan Pro. Kalau Anda banyak memakai API, limit Anda sering kali hanyalah uang. Membakar $50 dalam satu sore “tanpa sadar” lebih mudah dari yang Anda kira. Apalagi sejak hype OpenClaw, ketika banyak dev pada Januari/Februari 2026 melewati anggaran karena agent berjalan semalaman tanpa pengawasan.

Anda sedang di fase panas, arsitektur ada di kepala, test berjalan, Anda butuh satu solusi rapi lagi. Dan lalu:

Limit tercapai.

CodexBar tidak mengubah itu. Ia tidak memberi Anda token. Tapi ia memberi hal yang penting di momen itu: kepastian.

  • Perlu mulai run lagi sekarang, atau lebih baik tunggu 10 menit?
  • Sesi habis, tapi weekly masih ada?
  • Provider mana yang bisa dipakai sekarang kalau saya fleksibel?

Menu bar bagus untuk itu. Tapi bagaimana kalau Anda butuh limit (atau biaya) langsung di terminal, misalnya untuk skrip atau CI/CD?

CLI bawaan (untuk power user)

CodexBar bukan cuma aplikasi menu bar. Ia juga membawa CLI sendiri, sehingga Anda bisa cek limit dan biaya dari terminal (berguna untuk skrip atau CI/CD):

codexbar status
codexbar cost --provider claude

Provider apa saja yang didukung?

Awalnya fokus besar ada di Codex dan Claude, tapi sekarang CodexBar mendukung jauh lebih banyak. Tergantung providernya, data diambil lewat CLI lokal, OAuth, atau (opsional) cookie browser.

Provider yang didukung antara lain:

  • Codex
  • Claude Code
  • Gemini
  • Cursor
  • GitHub Copilot
  • Antigravity
  • Droid (Factory)
  • dan lainnya (tergantung versi/setup)
Pengaturan provider CodexBar di macOS
Pengaturan provider CodexBar

Penting: Anda tidak harus mengaktifkan semuanya. Justru tool ini paling enak kalau Anda hanya menyalakan provider yang benar-benar Anda pakai.

Privasi dan izin (patut ditanggapi serius)

Saat Anda membaca “aplikasi menu bar yang mengambil usage saya”, wajar kalau alarm berbunyi.

CodexBar mencoba menyikapinya dengan rapi:

  • Secara default, parsing dilakukan di perangkat.
  • Ia menyimpan tanpa password.
  • Untuk beberapa provider, ia bisa memakai ulang cookie browser yang sudah ada (opt-in) untuk memperkaya info dashboard.
  • Jika cookie tidak ada atau Anda tidak mau memakainya, ia akan fallback (tergantung provider) ke sumber CLI.

Di macOS, penting juga memahami kenapa prompt tertentu muncul (Full Disk Access, Keychain, Files & Folders). Itu tidak otomatis “mencurigakan”, tapi sebaiknya diputuskan secara sadar. Idealnya lihat juga dokumentasi dan issue tracker proyek.

Khususnya, Full Disk Access sering bikin orang khawatir. Biasanya alasannya sederhana: CodexBar hanya butuh ini jika Anda mengaktifkan integrasi cookie (opt-in), agar bisa membaca database cookie lokal Safari/Chrome. Banyak dashboard provider (misalnya Claude Web) tidak menyediakan usage API resmi. Kalau itu terasa sensitif, lewati cookie dan tetap pakai sumber CLI/OAuth.

Mirip dengan Keychain: prompt biasanya muncul karena CodexBar membutuhkan secret lokal, misalnya untuk mendekripsi cookie Chrome lewat “Chrome Safe Storage” atau membaca kredensial OAuth/CLI (tergantung provider).

Instalasi (singkat dan praktis)

CodexBar berjalan di macOS 14+.

Kalau Anda tidak memakai Homebrew, Anda bisa memasang CodexBar secara klasik sebagai .dmg lewat website atau GitHub releases. Dengan Homebrew:

brew install --cask codexbar

Setelah pertama kali dijalankan:

  1. Buka Settings
  2. Aktifkan provider yang Anda pakai
  3. Jika perlu: instal dan login ke CLI terkait, atau konfigurasi integrasi cookie

FAQ

Apakah CodexBar gratis?
Ya. CodexBar Open Source (lisensi MIT) dan gratis.
Saya pengguna Windows. Apakah ada alternatif?
Ya: di GitHub ada Win-CodexBar, port tidak resmi berbasis Rust yang mengisi gap ini.
Kenapa CodexBar butuh Full Disk Access?
Hanya jika Anda mengaktifkan integrasi cookie (opt-in). Dalam kasus itu, CodexBar membaca database cookie lokal Safari/Chrome karena banyak dashboard tidak punya usage API resmi. Jika terasa sensitif, lewati cookie dan pakai sumber CLI/OAuth.
Kenapa macOS sering meminta akses Keychain?
Biasanya karena secret lokal diperlukan, misalnya untuk mendekripsi cookie Chrome lewat “Chrome Safe Storage” atau membaca kredensial OAuth/CLI. Jika prompt mengganggu, matikan integrasi cookie atau nonaktifkan provider tertentu.
Apakah ada widget?
Ya. CodexBar menyediakan macOS widgets (WidgetKit) yang mencerminkan “Menu Card Snapshot”. Anda bisa menambahkannya lewat galeri widget (Notification Center atau desktop).
Bisakah saya memakai CodexBar dari terminal?
Ya. CLI bawaannya cocok untuk skrip atau CI/CD, misalnya codexbar status atau codexbar cost --provider claude.

Kesan saya setelah seminggu (beserta bug-nya)

Yang saya suka:

  • Anda mendapatkan instrument cluster untuk tool AI Anda.
  • Anda bisa melihat reset dengan cepat tanpa pindah konteks.
  • Mengurangi momen “saya tunggu dulu, atau masih bisa lanjut?”.

Yang belum sempurna bagi saya:

  • Kadang nilai sempat stale, atau ada provider yang ngadat.
  • Tergantung setup, cookie/permission di macOS bisa jadi ranjau (bukan karena CodexBar, tapi karena macOS).

Tetap saja, manfaatnya jauh lebih besar. Terutama kalau Anda, seperti saya, sering mentok limit.

Kesimpulan

CodexBar bukan “AI client satu lagi”. Ini utility kecil untuk realitas modern: kita membangun dengan model, tapi kita membangun dalam anggaran.

Kalau Anda tidak pernah mentok limit, Anda tidak membutuhkannya. Tapi kalau Anda sering coding lama dan memakai beberapa provider sekaligus, CodexBar cepat jadi tool yang sulit ditinggalkan.

Sumber dan tautan

Sampai jumpa, Joe

© 2026 trueNetLab